Rabu, 24 Desember 2008

Guru, sang Pahlawan

Agaknya cocok untuk dipublish tidak saja di guru, namun juga di orang tua:

MOMENTUM KEPAHLAWAN SANG GURU

Posted by sahabatguru under Artikel

Guru, sering disandarkan pada tagline pahlawan tanpa tanda jasa. Jangankan tanda jasa, momentum sejarah kepahlawanannya-pun sering kali absurd dalam ingatan kita. Adakah sesungguhnya sebuah momentum, sehingga guru memiliki sebuah hari yang bersejarah ? adakah sebuah romantisme masa lalu yang diidentifikasi sebagai goresan kepahlawan sang guru ?

Sebagaimana November, bulan kepahlawan bagi bangsa Indonesia. Berlatar sebuah pertempuran heroik melibatkan ribuan pejuang bangsa yang ingin terbebas dari segala bentuk penjajahan fisik. Satu bulan sebelumnya, Oktober, dijadikan momentum oleh bangsa ini sebagai pertanda awal pergerakan ditandai dengan sumpah pemuda yang menyatakan untuk bersatu padu memperjuang bangsa yang memiliki identitas yang kuat yaitu Indonesia.

Hari guru ? ditetapkan bukan berlandaskan sebuah momentum sejarah yang penuh heroisme atau romantisme yang terjadi pada masa lalu. Hari guru yang diperingati setiap tanggal 25 November, nyaris tanpa momentum berarti, kecuali berdirinya PGRI tahun 1945. Tak banyak yang bisa diungkap dalam sejarah PGRI tersebut, melainkan sarat dengan kepentingan-kepentingan pemerintah. Belumlah cukup menjawab, apa sebenarnya yang dijadikan momentum sehingga guru disandangkan predikat pahlawan ?

Jika ditanya, momentum apa yang membuat kita tersadar untuk mencintai orang tua atau anak kita ? Pastilah setiap orang memiliki jawaban yang berbeda-beda, namun memiliki konklusi yang sama. Orang tua yang telah membesarkan kita, sangat layak kita hormati dan muliakan. Anak yang telah kita bina memiliki keunikan masing-masing sehingga layak dicintai apa adanya.

Demikian pula halnya kenangan kita terhadap guru. Setiap kita memiliki pengalaman yang berbeda dengan tingkatan kualitas yang berbeda pula. Tetapi momentum itu seringkali membuat kita bergumam dalam hati, ”Merekalah para guru yang telah banyak memberikan kita bekal atau bahkan menghadirkan sebuah insprasi.”

Meskipun momentum itu berbeda-beda bentuk dan waktunya. Momentum itu hadir, bahkan sering muncul. Sehingga Momentum itu tak lagi perlu dipertanyakan. Dia selalu ada dan hadir kembali mengingatkan kita. Mengingatkan akan sebuah sumbangsih, sebuah kemuliaan, sebuah motivasi dan harapan, sebuah pengorbanan, sebuah ketulusan dan kegigihan yang mungkin baru tersadar, di saat-saat hari guru diperingati.

Inilah yang kemudian disebut sebagai pengalaman bathin, karena momentum itu ada dalam wilayah yang sangat pribadi, sehingga setiap orang mengakui eksistensi para guru, meskipun belum semuanya menghargai guru dengan selayaknya.

Sekali lagi, karena momentum kepahlawanan sang guru ada dalam setiap diri kita masing-masing, maka kitalah yang tahu persis, bagaimana menghargai mereka. Apakah penghargaan kita akan setulus perhatian mereka, apakah akan segigih pengorbanan mereka, apakah akan sebesar jiwa mereka, yang telah berpeluh-peluh membebaskan kita dan anak bangsa lainnya dari penjajahan kebodohan ?

Jangan-jangan penghargaan itu hanya sebatas syair,”semua baktimu akan ku ukir di dalam hatiku, sebagai prasasti trima kasihku tuk pengabdianmu.” itupun terakhir kali kita nyanyikan saat momentum kelulusan di sekolah dulu. Wallahu’alam (Ahmad Fikri)


Semoga selalu menjadi inspirasi.
Perbuat yang terbaik, Allah Ta'ala, Rasul, dan orang beriman akan menyaksikan.

Abu Qowwiim

Rabu, 10 Desember 2008

Hotspot Sekolah, Perlukah?

Tulisan ini berasal dari sebuah lontaran kecil Direktur, yang saat itu kita lapor atas selesainya pemasangan mini Wifi di SMP Al Azhaar, sepekan setelah pemasangan. Diskusi kecil yang sering kami lakukan disela-sela aktifitas masing-masing, untuk meningkatkan daya informasi, demi perkembangan peniddikan.

Alhamdulillah dapat mini hotspot! begitu saya sampaikan, namun ada disuatu sisi lain hal ini hanya akan mubadzir saja bila para pengguna-nya (siswa dan guru, mungkin juga orang tua) tidak memanfaatkannya dengan baik.
MEmanfaatkan? karena lingkupnya hanya di sekolah, berarti siswa harus siap koneksi bila perlu dengan wifi. Wah... begitu komentar saya. Bagaimana tidak mubadzir... PC atau Laptop dikalangan siswa belum terbiasa dibawa ke sekolah, sedangkan lab komputer siswa sudah terkoneksi internet semaunya.... JAdi?
Saya jadi berpikir, kalau begitu sekolah lain yang juga memasang mini WIFI bagaimana kebiasaan warga sekoalhnya ya? apa memang menggunakan koneksi wifi atau hanya akan menjadi ikon IT saja? terkecuali selama ini para alumni SMP Al Azhaar yang sekarang berada di SMK 1 TAG (ESEMKITA) yang ada WIFI, ada jurusan TI, dan siswa sudah maju memenfaatkan koneksi internet untuk kebiasaan tugas... dan bisnis... Ya. Bisnis! Semisal si A, siswa SMK butuh kamera digital, maka teman lain mencarikan dan pesan di internet, tentunya dengan ATM nya sendiri, maka dua orang siswa ini berbisnis melalui internet. Yah... begitu kondisi saat ini.

(Dan sejak saat entri ini saya simpan tanggal 8 Desember, hingga saya publish hari ini, agaknya belum teroptimal-kan penggunaan mini-Hotspot yang sudah terpasang di SMP Islam Al Azhaar).

Semoga selalu menjadi inspirasi.
Perbuat yang terbaik, Allah Ta'ala, Rasul, dan orang beriman akan menyaksikan.

Abu Qowwiim

Senin, 08 Desember 2008

Khuthbah Haji Wada'


خطبة النبي صلى الله عليه وسلم في حجّة الوداع
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره, ونتوب اليه,
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.
من يهد الله فلا مضل له, ومن يضلل فلا هادي له.
وأشهد أن لا اله الا الله وحده لا شريك له,
وأشهد أن محمدا عبده ورسوله.
أوصيكم عباد الله بتقوى الله, وأحثكم على طاعته, وأستفتح بالذي هو خير. أما بعد,
أيها الناس, اسمعوا مني أبيّن لكم, فاني لا أدري لعلي لا ألقاكم بعد عامي هذا في موقفي هذا.
أيها الناس, ان دماءكم وأموالكم حرام عليكم الى أن تلقوا ربكم
كحرمة يومكم هذا في شهركم هذا في بلدكم هذا, ألا هل بلّغت؟ اللهم فاشهد.
فمن كانت عنده أمانة فليؤدها الى من ائتمنه عليها.
ان ربا الجاهلية موضوع, وان أوّل ربا أبدأ به ربا عمّي العباس بن عبد المطّلب,
وان دماء الجاهلية موضوعة, وأول دم أبدأ به دم عامر بن ربيعة بن الحارث,
وان مآثر الجاهلية موضوعة غير السّدانة والسّقاية,
والعمد قود, وشبه العمد ما قتل بالعصا والحجر, وفيه مائة بعير.
فمن زاد؛ فهو من أهل الجاهلية.
أيها الناس, ان الشيطان قد يئس أن يعبد في أرضكم هذه,
ولكنّه قد رضي أن يطاع فيما سوى ذلك مما تحقّرون من أعمالكم.
أيها الناس, ان النسيء زيادة في الكفر, يضل به الذين كفروا,
يحلّونه عاما, ويحرّمونه عاما ليواطئوا عدّة ما حرّم الله,
وان الزمان قد استدار كهيئة يوم خلق الله السموات والأرض,
منها أربعة حرم: ثلاث متواليات وواحد فرد:
ذو القعدة وذو الحجة ومحرّم ورجب الذي بين جمادى وشعبان,
ألا هل بلّغت؟ اللهم فاشهد .
أيها الناس: ان لنسائكم عليكم حقا, ولكن عليهنّ حق ألا يوطئن فرشكم غيركم,
ولا يدخلن أحدا تكرهونه بيتكم الا باذنكم,
ولا يأتين بفاحشة؛ فان فعلن, فان الله قد أذن لكم أن تعضلوهن,
وتهجروهن في المضاجع وتضربوهن ضربا غير مبرح,
فان انتهين وأطعنكم, فعليكم رزقهن وكسوتهن بالمعروف.
وانما النساء عندكم عوان, ولا يملكنّ لأنفسهن شيئا,
أخذتموهن بأمانة الله, واستحللتم فروجهن بكلمة الله.
فاتقوا الله في النساء, واستوصوا بهن خيرا,
ألا هل بلّغت؟ اللهم فاشهد.
أيها الناس, انما المؤمنون اخوة, ولا يحل لامرئ مال أخيه الا عن طيب نفس منه,
ألا هل بلّغت؟ اللهم اشهد.
أيّها الناس, ان ربكم واحد, كلكم لآدم وآدم من تراب, أكرمكم عند الله أتقاكم.
ليس لعربي فضل على عجمي الا بالتقوى.
ألا هل بلّغت؟ اللهم فاشهد.
فليبلّغ الشاهد منكم الغائب.
أيها الناس, ان الله قد قسم لكل وارث نصيبه من الميراث,
ولا تجوز لوارث وصيّة, ولا تجوز وصيّة في أكثر من الثلث,
والولد للفراش وللعاهر الحجز.
من ادّعى الى غير أبيه أو تولّى غير مواليه؛ فعليه لعنة الله والملائكة والناس أجمعين,
لا يقبل منه صرف ولا عدل.
والسلام عليكم ورحمة الله.






Hari itu Hari Tarwiyah 10 H. Saat itu Rasulullah Saw. pergi ke Mina dan melaksanakan shalat zuhur, asar, magrib, isya, dan subuh di sana. Seusai menanti beberapa seat hingga matahari terbit, beliau lantas melanjutkan perjalanan hingga tiba di Arafah. Tenda-tenda waktu itu telah didirikan di sana. Beliau pun masuk tenda yang disiapkan bagi beliau. Setelah matahari tergelincir, Rasulullah Saw. meminta agar Al-Qashwa', unta beliau, didatangkan. Beliau kemudian menungganginya hingga tiba di tengah Padang Arafah. Di sana telah berkumpul sekitar 124.000 atau 144.000 kaum Muslim. Beliau kemudian berdiri di hadapan mereka menyampaikan khutbah haji terakhir beliau yang lebih dikenal dengan sebutan haji wada':Wahai manusia! Dengarkanlah nasihatku baik-baik, karena barangkali aku tidak dapat lagi bertemu muka dengan kamu semua di tempat ini. Tahukah kamu semua, hari apakah ini? (Beliau menjawab sendiri) Inilah Hari Nahr, hari kurban yang suci.Tahukah kamu bulan apakah ini? Inilah bulan suci. Tahukah kalian tempat apakah ini? Inilah kota yang suci. Karena itu, aku permaklumkan kepada kalian semua bahwa darah dan nyawa kalian, harts bends kalian dan kehormatan yang satu terhadap yang lainnya haram atas kalian sampai kalian bertemu dengan Tuhanmu kelak. Semua harus kalian sucikan sebagaimana sucinya hari ini, sebagaimana sucinya bulan ini, dan sebagaimana sucinya kota ini. Hendaklah berita ini disampaikan kepada orang-orang yang tidak hadir di tempat ini oleh kamu sekalian! Bukankah aku telah menyampaikan? Ya Allah, saksikanlah!Hari ini hendaklah dihapuskan segala macam bentuk riba. Barang siapa yang memegang amanah di tangannya, maka hendaklah is bayarkan kepada yang empunya. Dan, sesungguhnya riba jahiliah adalah batil. Dan awal riba yang pertama sekali kuberantas adalah riba yang dilakukan pamanku sendiri, Al-'Abbas bin'Abdul-Muththalib. Hari ini haruslah dihapuskan semua bentuk pembalasan dendam pembunuhan jahiliah, dan penuntutan darah cara jahiliah. Yang pertama kali kuhapuskan adalah tuntutan darah 'Amir bin Al-Harits. Wahai manusia! Hari ini setan telah putus asa untuk dapat disembah pada bumimu yang suci ini. Tetapi, ia bangga jika kamu dapat menaatinya walau dalam perkara yang kelihatannya kecil sekalipun. Karena itu, waspadalah kalian atasnya! Wahai manusia! Sesungguhnya zaman itu beredar sejakAllah menjadikan langit dan bumi. Wahai manusia! Sesungguhnya bagi kaum wanita (istri kalian) itu ada hak-hakyang harus kalian penuhi, dan bagi kalian juga ada hak-hak yang harus dipenuhi istri itu. Yaitu, mereka tidak boleh sekali-kali membawa orang lain ke tempat tidur selain kalian sendiri, dan mereka tak boleh membawa orang lain yang tidak kalian sukai ke rumah kalian, kecuali setelah mendapat izin dari kalian terlebih dahulu. Karena itu, sekiranya kaum wanita itu melanggar ketentuan-ketentuan demikian, sesungguhnya Allah telah mengizinkan kalian untuk meninggalkan mereka, dan kalian boleh melecut ringan terhadap diri mereka yang berdosa itu.Tetapi,jika mereka berhenti dan tunduk kepada kalian, menjadi kewajiban kalianlah untuk memberi nafkah dan pakaian mereka dengan sebaik-baiknya. Ingatlah, kaum hawa adalah makhluk yang lemah di samping kalian. Mereka tidak berkuasa. Kalian telah membawa mereka dengan suatu amanah dari Tuhan dan kalian telah halalkan kehormatan mereka dengan kalimat Allah. Karena itu, bertakwalah kepada Allah tentang urusan wanita dan terimalah wasiat ini untuk bergaul baik dengan mereka. Wahai umatku! Bukankah aku telah menyampaikan? Ya Allah, saksikanlah!Wahai manusia! Sesungguhnya aku meninggalkan kepada kalian sesuatu, yang jika kalian memeganginya erat-erat, niscaya kalian tidak akan sesat selamanya. Yaitu: Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Wahai manusia! Dengarkanlah baik-baik spa yang kuucapkan kepada kalian, niscaya kalian bahagia untuk selamanya dalam hidupmu! Wahai manusia! Kalian hendaklah mengerti bahwa orang-orang beriman itu bersaudara. Karena itu, bagi tiap-tiap pribadi di antara kalian terlarang keras mengambil harta saudaranya, kecuali dengan izin hati yang ikhlas. Bukankah aku telah menyampaikan? Ya Allah saksikanlah!Janganlah kalian, setelah aku meninggal nanti, kembali kepada kekafiran, yang sebagian kalian mempermainkan senjata untuk menebas batang leher kawannya yang lain. Sebab, bukankah telah kutinggalkan untuk kalian pedoman yang benar, yang jika kalian mengambilnya sebagai pegangan dan lentera kehidupan kalian, tentu kalian tidak akan sesat, yakni Kitab Allah (AIQuran). Wahai umatku! Bukankah aku telah menyampaikan? Ya Allah, saksikanlah!Wahai manusia! Sesungguhnya Tuhan kalian itu satu, dan sesungguhnya kalian berasal dari satu bapak. Kalian semua dari Adam dan Adam terjadi dari tanah. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian semua di sisi Tuhan adalah orang yang paling bertakwa. Tidak sedikit pun ada kelebihan bangsa Arab dari yang bukan Arab, kecuali dengan takwa. Wahai umatku! Bukankah aku telah menyampaikan? Ya Allah, saksikanlah! Karena itu, siapa saja yang hadir di antara kalian di tempat ini berkewajiban untuk menyampaikan wasiat ini kepada mereka yang tidak hadir! Tak lama setelah Rasulullah Saw. menyampaikan khutbah tersebut, turunlah firman Allah, Pada hari ini telah Kusempurnakan bagi kalian agama kalian dan telah Kucukupkan kepada kalian nikmat-Ku dan Islam telah Kuridhai menjadi agama bagi kalian (QS AI-Ma'idah [5]: 3).Mendengar firman Allah tersebut, 'Umar bin Al-Khaththab pun meneteskan air mata. Melihat hal itu, dia pun ditanya, "'Umar! Mengapa engkau menangis? Bukankah engkau ini jarang sekali menangis?" "Karena aku tahu, selepas kesempurnaan hanya ada kekurangan," jawab Umar. Ia telah merasakan suasana perpisahan (wada') terakhir dengan Rasulullah SAW yang sangat dicintainya

Semoga selalu menjadi inspirasi.
Perbuat yang terbaik, Allah Ta'ala, Rasul, dan orang beriman akan menyaksikan.

Abu Qowwiim

Rabu, 12 November 2008

On the next job, BMT Shar'e

Alhamdulillah...
Today, we (Mr. Hery, Miss Utari, and Me) go to clinic facility at MT Haryono street no. 62 Bago Tulungagung. We was clean the room will use join for clinic and BMT (Baitul Maal Wa Tamwil). The big hope for success this program in organisation Al Azhaar for up income for teachers. The BMT, by name BMT Shar'e El Azhaar Tulungagung, cause this program and project is from Bank Muamalat Indoesia that launching Shar'e Card, Accounting Bank in Syariah.
BMT Shar'e with in program must sold share card for customers and employeers. So, the shar'e card is first card by syariah sistem in funding in Indonesia.
Give us pray and support for new job.... in BMT Shar'e El Azhaar Tulungagung. Consultation for syariah funding will we serve... call : 08174131153 or bmt@al-azhaar.org

Semoga selalu menjadi inspirasi.
Perbuat yang terbaik, Allah Ta'ala, Rasul, dan orang beriman akan menyaksikan.

Abu Qowwiim

Sabtu, 16 Agustus 2008

Keutamaan dan Amal Bulan Sya’ban

Ditulis oleh orgawam di/pada Agustus 5, 2008

Bulan sya’ban adalah pintu menuju bulan Ramadlan. Barang siapa yang berupaya membiasakan diri bersungguh-sungguh dalam beribadah di bulan ini, insya Allah ia akan menuai kesuksesan di bulan Ramadlan.

Peristiwa di bulan Sya’ban

1. Pindah Qiblat

Pada bulan Sya’ban, Qiblat berpindah dari Baitul Maqdis, Palistina ke Ka’bah, Mekah al Mukarromah. Demikianlah peristiwa ini terjadi setelah turun ayat,

“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.” (QS. Al Baqarah; 144)

2. Turun Ayat Sholawat Nabi

Diturunkannya ayat tentang anjuran membaca sholawat kepada baginda Nabi saw, yaitu ayat:

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab;56)

.

Keutamaan Sya’ban

1. Diangkatnya Amal Manusia

Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: “Saya berkata: “Ya Rasulullah, saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam suatu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu di bulan Sya’ban.” Maka beliau bersabda: “Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan bulan yang di dalamnya diangkat amalan-amalan kepada rabbul ‘alamin. Dan saya menyukai amal saya diangkat, sedangkan saya dalam keadaan berpuasa.” (HR. Nasa’i).

2. Disebut Sebagai Bulan Al Quran

Bulan Sya’ban dinamakan juga bulan Al Quran, sebagaimana disebutkan dalam beberapa atsar. Memang membaca Al Quran selalu dianjurkan di setiap saat dan di mana pun tempatnya, namun ada saat-saat tertentu pembacaan Al Quran itu lebih dianjurkan seperti di bulan Ramadhan dan Sya’ban, atau di tempat-tempat khusus seperti Mekah, Roudloh dan lain sebagainya.

Syeh Ibn Rajab al Hambali meriwayatkan dari Anas, “Kaum muslimin ketika memasuki bulan Sya’ban, mereka menekuni pembacaan ayat-ayat Al Quran dan mengeluarkan zakat untuk membantu orang-orang yang lemah dan miskin agar mereka bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

.

Amal di Bulan Sya’ban

Rasulullah ditanya oleh seorang sahabat, “Adakah puasa yang paling utama setelah Ramadlan?” Rasulullah Shollallahu alai wasallam menjawab, “Puasa bulan Sya’ban karena berkat keagungan bulan Ramadhan.”

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sampai kami katakan beliau tidak pernah berbuka. Dan beliau berbuka sampai kami katakan beliau tidak pernah berpuasa. Saya tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak dari bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).

Sesungguhnya Rasulullah Shollallu alaihi wasallam mengkhususkan bulan Sya’ban dengan puasa itu adalah untuk mengagungkan bulan Ramadhan. Menjalankan puasa bulan Sya’ban itu tak ubahnya seperti menjalankan sholat sunat rawatib sebelum sholat maktubah. Jadi dengan demikian, puasa Sya’ban adalah sebagai media berlatih sebelum menjalankan puasa Ramadhan.

Adapun berpuasa hanya pada separuh kedua bulan Sya’ban itu tidak diperkenankan, kecuali:

1. Menyambungkan puasa separuh kedua bulan Sya’ban dengan separuh pertama.
2. Sudah menjadi kebiasaan.
3. Puasa qodlo.
4. Menjalankan nadzar.
5. Tidak melemahkan semangat puasa bulan Ramadhan.

.

Malam Nishfu Sya’ban

Pada bulan Sya’ban terdapat malam yang mulia dan penuh berkah yaitu malam Nishfu Sya’ban. Di malam ini Allah Subhanahu wata’ala mengampuni orang-orang yang meminta ampunan, mengasihi orang-orang yang minta belas kasihan, mengabulkan doa orang-orang yang berdoa, menghilangkan kesusahan orang-orang yang susah, memerdekakan orang-orang dari api neraka, dan mencatat bagian rizki dan amal manusia.

Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam nisfu sya’ban dan mengampuni lebih banyak dari jumlah bulu pada kambing Bani Kalb (salah satu kabilah yang punya banyak kambing). (HR At-Tabarani dan Ahmad). Namun Al-Imam At-Tirmizy menyatakan bahwa riwayat ini didhaifkan oleh Al-Bukhari.

Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata bahwa Rasulullah SAW bangun pada malam dan melakukan shalat serta memperlama sujud, sehingga aku menyangka beliau telah diambil. Ketika beliau mengangkat kepalanya dari sujud dan selesai dari shalatnya, beliau berkata, “Wahai Asiyah, (atau Wahai Humaira’), apakah kamu menyangka bahwa Rasulullah tidak memberikan hakmu kepadamu?” Aku menjawab, “Tidak ya Rasulallah, namun Aku menyangka bahwa Anda telah dipanggil Allah karena sujud Anda lama sekali.” Rasulullah SAW bersabda, “Tahukah kamu malam apa ini?” Aku menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Ini adalah malam nisfu sya’ban (pertengahan bulan sya’ban). Dan Allah muncul kepada hamba-hamba-Nya di malam nisfu sya’ban dan mengampuni orang yang minta ampun, mengasihi orang yang minta dikasihi, namun menunda orang yang hasud sebagaimana perilaku mereka.” (HR Al-Baihaqi). Al-Baihaqi meriwayatkan hadits ini lewat jalur Al-’Alaa’ bin Al-Harits dan menyatakan bahwa hadits ini mursal jayyid. Hal itu karena Al-’Alaa’ tidak mendengar langsung dari Aisyah ra.

“Nabi Muhammad Shollallhu alaihi wasallam bersabda, “Allah melihat kepada semua makhluknya pada malam Nishfu Sya’ban dan Dia mengampuni mereka semua kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Thabarani dan Ibnu Hibban).

Al Hafidh Ibn Rojab al Hambali dalam kitab al Lathoif mengatakan, “Kebanyakan ulama Hadits menilai bahwa Hadits-Hadits yang berbicara tentang malam Nishfu Sya’ban masuk kategori Hadits dlo’if (lemah), namun Ibn Hibban menilai sebagaian Hadits itu shohih, dan beliau memasukkannya dalam kitab shohihnya.”

Ibnu Hajar al Haitami dalam kitab Addurrul Mandlud mengatakan, “Para ulama Hadits, ulama Fiqh dan ulama-ulama lainnya, sebagaimana juga dikatakan oleh Imam Nawawi, bersepakat terhadap diperbolehkannya menggunakan Hadits dlo’if untuk keutamaan amal (fadlo’ilul amal), bukan untuk menentukan hukum, selama Hadits-Hadits itu tidak terlalu dlo’if (sangat lemah).”

Jadi, meski Hadits-Hadits yang menerangkan keutamaan malam Nishfu Sya’ban disebut dlo’if (lemah), tapi tetap boleh kita jadikan dasar untuk menghidupkan amalam di malam Nishfu Sya’ban.

Syeh Ibnu Taimiyah berkata, “Beberapa Hadits dan atsar telah diriwayatkan tentang keutamaan malam Nisyfu Sya’ban, bahwa sekelompok ulama salaf telah melakukan sholat pada malam tersebut. Jadi jika ada seseorang yang melakukan sholat pada malam itu dengan sendirian, maka mereka berarti mengikuti apa yang dilakukan oleh ulama-ulama salaf dulu, dan tentunya hal ini ada hujjah dan dasarnya. Adapun yang melakukan sholat pada malam tersebut secara jamaah itu berdasar pada kaidah ammah yaitu berkumpul untuk melakukan ketaatan dan ibadah.

Walhasil, sesungguhnya menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan serangkaian ibadah itu hukumnya sunnah (mustahab) dengan berpedoman pada Hadits-Hadits di atas. Adapun ragam ibadah pada malam itu dapat berupa sholat yang tidak ditentukan jumlah rakaatnya secara terperinci, membaca Al Quran, dzikir, berdo’a, membaca tasbih, membaca sholawat Nabi (secara sendirian atau berjamaah), membaca atau mendengarkan Hadits, dan lain-lain.

Sayyidina Ali ra, Rasulullah saw bersabda:

“Jika tiba malam Nisyfi Sya’ban, maka bersholatlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya karena sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala menurunkan rahmatnya pada malam itu ke langit dunia, yaitu mulai dari terbenamnya matahari. Lalu Dia berfirman, ‘Adakah orang yang meminta ampun, maka akan Aku ampuni? Adakah orang meminta rizki, maka akan Aku beri rizki? Adakah orang yang tertimpa musibah, maka akan Aku selamatkan? Adakah begini atau begitu? Sampai terbitlah fajar.’” (HR. Ibnu Majah)

Malam Nishfu Sya’ban dan di seluruh bulan adalah saat yang utama dan penuh berkah, maka selayaknya seorang muslim memperbanyak aneka ragam amal kebaikan. Doa adalah pembuka kelapangan dan kunci keberhasilan, maka sungguh tepat bila malam itu umat Islam menyibukkan dirinya dengan berdoa kepada Allah Subhanahu wata’ala. Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam mengatakan,

“Doa adalah senjatanya seorang mukmin, tiyangnya agama dan cahayanya langit dan bumi.” (HR. Hakim).

“Seorang muslim yang berdoa -selama tidak berupa sesuatu yang berdosa dan memutus famili-, niscaya Allah Subhanahu wata’ala menganugrahkan salah satu dari ketiga hal, pertama, Allah akan mengabulkan doanya di dunia. Kedua, Allah baru akan mengabulkan doanya di akhirat kelak. Ketiga, Allah akan menghindarkannya dari kejelekan lain yang serupa dengan isi doanya.” (HR. Ahmad dan Barraz).

Tidak ada tuntunan langsung dari Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam tentang doa yang khusus dibaca pada malam Nishfu Sya’ban. Begitu pula tidak ada petunjuk tentang jumlah bilangan sholat pada malam itu. Siapa yang membaca Al Quran, berdoa, bersedekah dan beribadah yang lain sesuai dengan kemampuannya, maka dia termasuk orang yang telah menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dan ia akan mendapatkan pahala sebagai balasannya.

Dalam hal ini yang patut mendapat perhatian kita adalah beredarnya tuntunan-tuntunan Nabi tentang sholat di malam Nishfu sya’ban yang sejatinya semua itu tidak berasal dari beliau. Tidak berdasar dan bohong belaka. Salah satunya adalah sebuah riwayat dari Sayyidina Ali, “Bahwa saya melihat Rasulullah pada malam Nishfu Sya’ban melakukan sholat empat belas rekaat, setelahnya membaca Surat Al Fatihah (14 x), Surah Al Ikhlas (14 x), Surah Al Falaq (14 x), Surah Annas (14 x), ayat Kursi (1 x), dan satu ayat terkhir Surat At Taubah (1 x). Setelahnya saya bertanya kepada Baginda Nabi tentang apa yang dikerjakannya, Beliau menjawab, “Barang siapa yang melakukan apa yang telah kamu saksikan tadi, maka dia akan mendapatkan pahala 20 kali haji mabrur, puasa 20 tahun, dan jika pada saat itu dia berpuasa, maka ia seperti berpuasa dua tahun, satu tahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Dan masih banyak lagi Hadits-Hadits palsu lainnya yang beredar di tengah-tengah kaum muslimin. (Disarikan dari “Madza fi Sya’ban”, karya Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki, Muhadditsul Haromain).

Disadur dari: http://langitan.net/?p=94

.

Wallahu a’lam.


Semoga selalu menjadi inspirasi.
Perbuat yang terbaik, Allah Ta'ala, Rasul, dan orang beriman akan menyaksikan.

Abu Qowwiim

Gerhana Bulan Sebagian 17 Agustus 2008

Gerhana Bulan Sebagian 17 Agustus 2008

By ivie • Aug 15th, 2008 at 8:13 am • Category: Observasi
Foto gerhana bulan sebagian tahun 2006. Kredit foto: nggieng
Foto gerhana bulan sebagian tahun 2006. Kredit foto: nggieng
Tahun ini, bersamaan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-63, masyarakat Indonesia juga bisa menikmati Gerhana Bulan Sebagian (GBS). GBS di Indonesia akan tampak pada tanggal 17 Agustus 2008 mulai pukul 01.24 bbwi dini hari saat Bulan hampir tenggelam di ufuk barat. GBS 17 Agustus 2008 sekaligus juga menjadi gerhana terakhir di tahun 2008. Kita baru akan bertemu lagi dengan fenomena gerhana pada awal tahun 2009, yakni dengan Gerhana Matahari Cincin yang bisa terlihat di beberapa tempat di Indonesia.

Gerhana Bulan terjadi saat bulan sedang beroposisi terhadap matahari atau sedang berada dalam fase purnama dan melewati bayangan Bumi. Hal ini menyebabkan terjadinya gerhana Bulan baik gerhana sebagian maupun gerhana total. Jika ingin dibayangkan pada saat terjadi gerhana Bulan, Matahari, Bumi dan Bulan berada pada satu garis lurus dimana Bumi berada di antara keduanya dan menghalangi jatuhnya sinar Matahari ke Bulan. Pada saat gerhana, jika Bulan masuk dalam area Penumbra (bayangan yang kabur atau samar) Bumi, maka tanda-tanda terjadinya gerhana masih sangat kabur namun ketika Bulan masuk dalam umbra (area yang gelap total) maka gerhana Bulan akan dapat diamati. Gerhana Bulan sendiri ada dua yakni Gerhana Bulan Total (GBT) dan Gerhana Bulan Sebagian (GBS). Saat GBT, bulan akan berada di dalam umbra Bumi sedangkan saat GBS, sebagian bayangan Bulan masih berada di penumbra Bumi.

Walaupun gerhana bulan terjadi saat fase purnama, namun tidak setiap purnama terjadi gerhana. Kedudukan bidang orbit Bulan mengelilingi Bumi yang membentuk sudut sekitar 5 derajat terhadap bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari menjadi penyebab tidak terjadi gerhana Bulan setiap bulan. Namun setiap tahun terjadi gerhana Bulan dengan jumlah dan jenis fenomena gerhana bervariasi. Jumlah maksimum gerhana Bulan dalam setahun berkisar antara 2-3 gerhana dan tidak semua fenomena gerhana dalam setahun bisa diamati dari salah satu titik atau tempat di permukaan Bumi.

Diagram GBS 17 Agustus 2008 dan area yang akan mengalami GBS di dunia. Kredit Gambar : NASA
Diagram GBS 17 Agustus 2008 dan area yang akan mengalami GBS di dunia. Kredit Gambar : NASA

GBS tanggal 17 Agustus 2008 akan dimulai pada pukul 1:24:49 dini hari saat kontak pertama terjadi yakni ketika Bulan memasuki penumbra Bumi. Pengamatan bisa dilakukan saat Bulan memasuki umbra pada jam 2:36:07 bbwi saat Bulan memasuki umbra. Puncak gerhana bulan sebagian akan terjadi pada pukul 4:10:09 bbwi dini hari ketika Bulan sudah bergerak ke arah barat magnitud mencapai 0.8076 magnitud. Dan saat bulan keluar dari umbra Bumi pada pukul 5:44:16 bbwi, Bulan sudah berada di ufuk Barat akan tenggelam dan pagi pun menjelang. Pukul 6:57:06 bbwi, Bulan akan keluar dari bayangan penumbra. Lamanya GBS 17 Agustus 2008 berkisar 3 jam 8 menit.

Saat-saat akhir gerhana bulan bisa jadi tidak akan tertangkap lagi oleh kita karena Matahari sudah bergerak di ufuk timur untuk menyinari kehidupan manusia mengantar insan Indonesia menuju lapangan upacara untuk merayakan hari kemerdekaan RI yang ke-63.

GBS tahun ini merupakan gerhana yang cukup spesial bagi para astronom di Indonesia karena bisa dikatakan GBS ini juga yang menjadi pembuka dan momen penghantar dari kegiatan 2nd International Olympiads of Astronomy and Astrophysics yang akan berlangsung tanggal 19 - 28 Agustus 2008.

Catatan :Waktu yang digunakan di dalam artikel ini berdasarkan zona waktu Indonesia Bagian Barat atau UT+7.


Semoga selalu menjadi inspirasi.
Perbuat yang terbaik, Allah Ta'ala, Rasul, dan orang beriman akan menyaksikan.

Abu Qowwiim

Rabu, 02 Juli 2008

Pelatihan IT untuk Orang Tua

Alhamdulillah... semoga Allah memberi keberkahan..

Begitu harapan dari tim IT, atas terselnggaranya pelatihan pada Hari Rabu hari ini pukul 08.00 - 11.00. Karena apa yang kita sharingnkan bersifat alat dan layanan, bukan langsung berupa pendampingan ke anak... semoga lain wkatu beliau-beliau ini memiliki kesempatan untuk cek e-mail dan berbagi problem (dan solving tentu) dengan kita semua.
Materi yang diberikan adalah search engine, e-mail, milist (Keluarga Al Azhaar) dan Blog (membuat, posting, dan comment). Semoga menjadi manfaat bagi semuanya...
Peserta hari ini adalah :
1. Ibu Erna Sugiarti, wali santri dari .... kelas ...
2. Bapak Syaifur Rojai, wali santri dari .... kelas ...
3. Bapak Abdul Madjid, wali santri dari ... kelas ....

Yah... namanya usaha, terpaksa deh... sambil nunggu stabilnya koneksi para wali santri ini kita ajak explorasi isi komputer lab... ada Encarta Kid dan Encarta Premium serta CD Pakde Nono, Semoga terdapat apresiasi yang positif dari acara ini.

Semoga langkah inisiatif dari Tim IT ini gayung bersambut dengan semangat warga Al Azhaar Tulungagung seluruhnya...


Semoga selalu menjadi inspirasi.
Perbuat yang terbaik, Allah Ta'ala, Rasul, dan orang beriman akan menyaksikan.

Abu Qowwiim